Diposting oleh
GaneshaOne
Pada
08.22
Selasa, 17 April 2012
SMA Negeri 1 Majalengka adalah salah satu sekolah menengah atas terbaik di Majalengka yang belokasi tepat di pusat kota Majalengka. SMA Negeri 1 Majalengka berdiri pada tanggal 1 Agustus 1961. Dari kepala sekolah definitif awal sampai dengan sekarang telah mengalami 12 pergantian. Pada saat ini SMA Negeri 1 Majalengka dipimpin oleh Bapak Drs. H. Zaenal Muttaqin, M.Pd. Sekolah ini di dukung oleh tenaga pengajar sebanyak 75 orang, dan yang ahli dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi sebanyak 10 orang. Tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Majalengka adalah sarjana lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta yang selalu berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuannya. Dibuktikan dengan adanya guru teladan di SMA Negeri 1 Majalengka. Siswa-siswi yang berkualitas juga menjadi modal awal untuk mengembangkan prestasi di masa depan. Prestasi yang pernah di raih oleh SMAN 1 Majalengka adalah salah satunya juara 1 pembuatan blog terindah tingkat Jawa Barat pada tahun 2010. SMA Negeri 1 Majalengka memiliki 30 ruang kelas, yang di dalamnya terdapat masing-masing sekitar 30 orang siswa sehingga total jumlah siswa di sekolah ini sekitar 900 siswa. Kesemuanya dibimbing untuk bisa berkompetisi dan berguna di masyarakat.
SMA Negeri 1 Majalengka merupakan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Sebagai upaya menuju sekolah bertaraf internasional (SBI) sekolah ini mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajarannya. Sekolah ini memiliki sarana untuk mengelola dan memudahkan penyampaian pembelajaran tersebut yaitu dengan menerapkan suasana pembelajaran dan sistem pembelajaran bernuansa teknologi informasi dan komunikasi. Dapat dibuktikan SMAN 1 Majalengka memiliki 2 ruang laboratorium multimedia yang di dalamnya berisi masing-masing 30 komputer dilengkapi fasilitas jaringan internet. Selain itu suasana pembelajaran di setiap kelas telah dilengkapi sarana fasilitas IT seperti adanya in focus, proyektor, komputer, dan AC serta fasilitas wifi. Sistem pembelajaran di sekolah ini pun, berpegang pada teknologi informasi dan komunikasi. Seperti penerapan aplikasi web site, e-learning, dan aplikasi BSE (Buku Sekolah Elektronik).
Sejarah adanya aplikasi BSE di SMAN 1 Majalengka adalah sejak tahun 2009. Pada saat itu SMAN 1 Majalengka sedang merintis sebagai sekolah berstandar internasional, sehingga peranan teknologi informasi dan komunikasi menjadi prioritas utama dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya dalam memprioritaskan teknologi informasi dan komunikasi di sekolah ini, SMA 1 Majalengka menerapkan aplikasi BSE (Buku Sekolah Elektronik) dengan mengambil softcopy dari pusat BSE yaitu dari departemen pendidikan nasional.
Buku merupakan salah satu sumber belajar yang dapat membantu siswa dalam proses belajar. Menurut Sumiati (2008:149) “sumber belajar adalah bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu guru maupun siswa dalam upaya mencapai tujuan”. Sumber belajar dapat berupa buku teks, media cetak, narasumber, lingkungan, dan media pembelajaran elektronik.
Media pembelajaran elektronik adalah sumber belajar yang sedang berkembang di era globalisasi informasi ini. Sumber belajar ini, memanfaatkan information and communication technology (ICT) dalam proses pembelajarannya. Media pembelajaran elektronik adalah sumber belajar yang menggunakan modul multimedia interaktif.
Modul multimedia interaktif adalah alat atau sarana yang berisi materi, metode, batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi mata pelajaran yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. Salah satu media pembelajaran elektronik yang menggunakan multimedia interaktif adalah buku sekolah elektronik. (Susilana, 2008:125).
BSE diluncurkan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2010. BSE ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka menyediakan buku ajar yang murah bagi para siswa di Indonesia. Untuk itu Depatemen Pendidika Nasional telah membeli hak cipta dari buku-buku ajar untuk dapat didistribusikan secara murah ke masyarakat. Menurut Sangkil dalam artikelnya pada tahun 2011 menyatakan bahwa BSE terdiri dari 3 kategori, yaitu buku elektronik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), SLTP, dan SLTA. Masyarakat dapat mengunjungi situs http://bse.depdiknas.go.id untuk mendapatkan bubu-buku tersebut.
Beberapa Temuan Tentang Dampak Internet
Samintapura (2008:125) menyatakan bahwa pembelajaran multimedia interaktif seperti aplikasi BSE ini salah satunya bertujuan: meningkatkan motivasi dan gairah belajar para siswa untuk menguasai materi pelajaran secara utuh, mengembangkan kemampuan siswa untuk dapat berinteraksi langsung dengan sumber belajar berbasis ICT, sehingga memungkinkan siswa belajar dengan mandiri sesuai kemampuan dan minatnya serta memungkinkan siswa untuk dapat mengukur dan mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
Sependapat dengan paparan di atas diungkapkan oleh Sumiati (2008:63) bahwa siswa dapat merencanakan sendiri materi pembelajaran yang akan dipelajari, dan melaksanakan proses belajar dalam mempelajari materi pembelajaran tersebut. Kegiatan pembelajaran dapat didominasi oleh siswa, sedangkan guru hanya bersifat permisif yakni membolehkan setiap kegiatan yang dilakukan siswa dalam mempelajari apapun yang dimauinya.
BSE memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan dimanapun tidak hanya di sekolah. BSE ini dapat diakses dimana saja kita memerlukannya sehingga proses pembelajaran dengan media BSE ini dapat dilakukan secara kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Pembelajaran kontekstual menurut Sumiati (2008:13) adalah “mempelajari sesuatu yang berbeda dengan orang lain” Seseorang mempelajari sesuatu karena mereka memiliki kesempatan untuk menerapkan pembelajaran ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran dapat dilakukan oleh seseorang pada waktu yang berbeda dengan orang lain dan tempat yang berbeda pula, seperti di rumah, di sekolah atau di masyarakat.
BSE adalah media pembelajaran bernuansa teknologi sehingga dapat menarik minat baca siswa. Kita ketahui di era globalisasi informasi ini siswa menyukai hal-hal yang bersifat teknologi. Sumiati (2008:29) mengemukakan bahwa upaya membangkitkan minat belajar khususnya kegiatan membaca, di antaranya dapat dilakukan dengan mengkaitkan materi pembelajaran dengan situasi kehidupan yang bersifat praktis benuansa teknologi. Dengan mempelajari materi pembelajran yang dikaitkan dengan hal itu perhatian yang bersifat khusus akan muncul. Hal ini dapat terjadi karena materi pembelajaran yang sama dapat dikaitkan dengan kehidupan praktis sehingga akan memunculkan keterkaitan dengan segi-segi tertentu yang sangat beragam. Dari keragaman ini setiap siswa akan menaruh perhatian khusus pada segi-segi tertentu dari kaitan-kaitan itu. Dengan demikian, diharapkan minat untuk membaca dan mempelajarinya akan meningkat.
Temuan lainnya bahwa “Isi dari proses pembelajaran tercermin dari materi pembelajaran yang dipelajari oleh siswa”. Pernyataan ini dikemukakan oleh Sumiati (2008:11). Materi pembelajaran yang bervariasi akan meningkatkan proses belajar siswa.
Di lain pihak, menyatakan manfaat ICT terbagi secara tidak merata antar sektor-sektor dan kelompok-kelompok sosial ekonomi, antara wilayah pedesaan dan perkotaan, serta antara perempuan dan lelaki. Kemiskinan, buta aksara dan kurangnya kemampuan menggunakan komputer serta hambatan bahasa merupakan faktor-faktor yang menghalangi akses ke infrastruktur ICT, terutama di negara-negara berkembang. (http://puskowanjatitelecenter.wordpress.com/latar-belakang-proyek-ini/)
Komputer juga merupakan salah satu kebutuhan tersier. Sutarno (2009:5) mengemukakan bahwa “kebutuhan tersier adalah kebutuhan untuk kemewahan” kebutuhan tersier akan terpenuhi apabila telah memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Dapat kita bayangkan bagi orang miskin jangankan untuk memenuhi kebutuhan tersier, kebutuhan primer pun belum tentu terpenuhi.
Selain itu, komputer dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Dalam sebuah artikel mengatakan bahwa dampak negatif berlama-lama di depan komputer di antaranya: dapat mengakibatkan pembekuan pembuluh vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT).Menurut Professor Richard Beasley dari Wellington Hospital di Selandia Baru seperti dilansir The Sun, menyatakan bahwa ancaman bahaya akan menghampiri sahabat bila bekerja delapan jam tiap hari dengan hanya berkutat di sekitar meja. Kasus DVT biasanya sering dikaitkan dengan penerbangan jarak jauh yang memerlukan waktu berjam-jam. DVT adalah pembekuan darah yang terjadi pada pembuluh vena dan biasanya terjadi pada bagian betis. Jika pembekuan ini tidak dicairkan dengan obat pengencer darah, biasanya akan pecah dan terbawa ke paru-paru dan berujung pada emboli paru-paru yang mematikan. Selain itu dampak negatif lainnya adalah Komputer Vision Syndrome (CVS). Menurut Dr. Rini, penggunaan komputer dan gadget yang terlalu lama dapat menyebabkan keluhan mata dan penglihatan . Gejala dari CVS ini adalah mata merah, pedih dan berair, mata kering, mata terasa lelah, kelopak mata atau dahi terasa berat, sakit kepala atau migrain dan rasa sakit pada bahu. Ini biasanya terjadi karena sistem pencahayaan yang salah, kurang berkedip dan juga posisi duduk yang kurang benar.
kami GaneshaOne, Kami adalah anak-anak cerdas berbakat dan taat dalam beragama , kami adalah calon cendikiawan-cendikiawan muda yang akan menggemparkan dunia dengan segala pemikiran keritis kami.
kami adalah siswa SMAN 1 Majalengka, SMA paling Favorite di hati kami.
----Almamaterku,Tempatku Berkarya----
Smansa adalah SMA Negeri yang cukup Favorit di Majalengka, Smansa memiliki tingkat akreditas A dan Menyandang gelar RSBI. Samansa juga adalah sekolah yang sangat mengandalkan teknologi yang cukup mantab.. :)
dari mulai Modul pembelajaran, Sampai dengan fasilitas sekolah yang disediakan pasti berhubungan dengan IT, sehingga Kami dituntut untuk mengerti dan memahami IT, sehingga dengan inisiatif kami, kami membuat sebuah ECA (Extraculicular) yang berbasis IT yang bernama GIt (Ganesha Inshan Komputer) Git adalah ECA yang terbasuk The Three Bigger ECA yang ada karena setengah Dari SMANSA Adalah Anggota dari GIt, Sekian Cuplikan Ngenaan SMANSA Sareng GIt..
0 komentar:
Posting Komentar